Mereka bilang sudah 100 tahun bangsa ini bangkit. Merekapun bilang sejak 1908 bangsa ini sudah punya peradaban. Namun apa yang terlihat, apa yang terdengar. Sudut pandang yang maya, yang dibiaskan dalam janji2 pasti, dan tiada terbukti. Aku sudah melihat lebih dalam tentang bangsa ini, tentang pemikiran pemerintah, tentang ideologi para petinggi negeri. Hanya beberapa saja yang benar, sisanya hanya tentang uang, jabatan, kewibawaan, kehormatan.
Wakil pemimpin negeri ini sungguh hampa dengan jiwa pemimpin. Aku belum lihat jiwa dari sang pemimpin. 20 Mei tahun ini mereka merayakan secara besar-besaran kebangkitan yang maya ini. Apa ini kebangkitan ???
Menyedihkan. Kata yang 100% pantas untuk menjuki Indonesia. Banyak yang berdalih tentang Globalisasi, budaya bangsa ini lenyap. Menurutku itu bukan alasan yang dapat dibebankan dalam keadaan Indonesia sekarang. Semua tergantung pribadi masing2. Bagaimana bangsa ini dapat kembali bersinar.
Ingat kembali makna pancasila, ingat kembali makna sumpah pemuda, ingat kembali makna kemerdekaan dan proklamasi, ingat kembali makna persatuan dan kesatuan, ingat kembali makna Indonesia.
Dengan begitu bangsa ini akan tersenyum binar.
16 Mei 2008
Kebangkitan
13 Mei 2008
My Inspiration
* Soekarno
walau cuman denger dari cerita kakek, ibu, dan tante2 ku, aku sudah bisa membanyangkan bagaimana Soekarno itu. Idealismenya, ingin aku tiru. Rendah hatinya juga, apalagi semangat perjuangannya yang didasari Indonesia. Satu baris kata yang paling berarti yang pernah Soekarno rancang bersama Hatta dan para pejuang lainnya. "Atas nama bangsa Indonesia.... "
Banyak sekali nasihat2 yang Soekarno serukan. Salah satunya yang memiliki makna "akan mudah berperang melawan bangsa asing, namun akan sangat berat berperang melawan bangsa sendiri"
* BJ Habibie
Mungkin karena dia orang sains, pemikirannya selalu membentuk sebuah kronologi yang sangat sistematis, dan baik. Itu yang ingin ku tiru.
* Amien Rais
Sama seperti kedua kandidat diatas, gak tau kenapa dari dulu aku ingin Amien Rais itu jadi presidennya. Pemikiran yang hampir sama dengan Soekarno dan Habibie.
* Ayah
Ayahku ini yang selalu mendukung aku, tapi dengan cara yang tidak langsung. Orang yang menyemangati pola pikirku dengan cara yang tidak langsung. Tapi aku mengerti apa maksudnya. Ayah ingin aku menjadi pribadi yang berfikir luas, dan berwawasan Indonesia.
* Pa'de,
94% orang yang selalu memberi aku masukan adalah Pa'de. Tiap kali aku diceramahi, namun selalu untuk membangun pola pikir dan pemikiranku. Dia yang membekali aku pengetahuan dan ilmu pengetahuan, serta agama. Yang selalu mendorong aku untuk menjadi orang yang besar.
Akhirnya selesai juga tulisan ini. Nad aku tepati janjiku.
06 Mei 2008
Mei
Senin nanti Nadia akan pergi. Entah benar atau salah, entah apa yang pasti terjadi nanti. Mei lampau tidak boleh terulang. Nadia mengatakan "ternyata bukan nggak mungkin aksi jadi anarkis, bahkan cowo-cowo UI dan UGM taruhan, siapa yang berdarah duluan. Masing-masing disuruh bawa senjata buat jaga diri dan slayer buat membabat kalau sampe ada yang luka." Mereka, cukupkah dengan pertumpahan darah ??? Atau hanya berharap dikenang sebagai mahasiswa aktivis pembela rakyat. Seakan, mati adalah jalan satu-satunya, dan mendorong aktivis-aktivis lain untuk terus menggempur, mencoba mati. Maaf, aku benci jika ada lagi darah yang mengalir ke udara. Haruskah ??
Nadia tenangkan aku "kal, yang cwe jam 5 sore uda dievakuasi ke UNJ tenang aja...." entah bagaimana keadaan dia nanti. Aku tetap saja tak percaya ketidakpastian. Hanya sebaris doa saja yang dapat ku singgahkan.
Sumbang
Iwan Fals ( Album Sumbang 1983 )
Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki
Tajamnya ujung belati
Menghujam di ulu hati
Sanggupkah tak akan lari
Walau akhirnya pasti mati
Di kepala tanpa baja
Di tangan tanpa senjata
Ah itu soal biasa
Yang singgah didepan mata kita
Lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita
Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
Banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan
Menyerang dalam gelap
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Setan setan politikKan datang mencekik
Walau dimasa paceklik Tetap mencekik
Apakah selamanya politik itu kejam ?
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam ?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak hak sewajarnya
Maling teriak maling
Sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing kencing
Tikam dari belakang
Lawan lengah diterjangLalu sibuk (kasak kusuk) mencari kambing hitam
Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak didalam negeri yang congkak
Lalu senang dalang tertawa Ya ha ha
